'Garwo' orang jawa bilang, artinya sigarane nyowo /separuh nyawa, yaitu suami-istri. Seorang sahabat bercerita kepada saya, yang mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi kita..
Alkisah: Ada sepasang suami-istri, dimana wanitanya adalah seorang yang shalihah dan suaminya adalah seorang penjual perhiasan di pasar. Hari berlalu... Kebahagiaan mereka semakin lengkap setelah dikaruniakan seorang anak pada mereka, "Alifya" mereka memberi nama anaknya, adalah gabungan dari 2 nama huruf hijaiyah pertama dan terakhir, Alif dan Ya', menghasilkan kata yang indah "Alifya". Mereka mengupah seorang lelaki untuk mendatangkan air kerumah mereka setiap hari. Dalam tempo beberapa tahun lelaki itu mengirim air kepada keluarga tersebut, lelaki itu tidak pernah sekalipun memandang kepada wanita istri tuannya tersebut.
Entah setan apa yang menghinggapinya...,
Hingga suatu hari..
ketika melihat wanita istri tuannya itu, tiba-tiba lelaki pembawa air itu memegang tangan wanita itu erat-erat.., dan kemudian melepaskannya.
Saat suaminya pulang..., wanita itu bertanya, "Adakah Kakanda melakukan suatu dosa pada hari ini???..."
Suaminya menjawab, "Tak ada yang penting, melainkan ada seorang wanita yg datang membeli seutas gelang dan ketika memandang tangannya, Kakanda merasa tertarik kemudian memegangnya dengan erat."
Istrinya pun berkata, "Sesungguhnya perbuatan Kakanda itu berhak memperoleh qishah , yaitu balasan terhadap istri Kakanda sebagaimana yang Kakanda lakukan atas istri saudara Kakanda yang muslim."
Keesokan harinya, lelaki pemasok air itu datang dan meminta maaf atas kelancangannya terhadap wanita tersebut. Wanita itupun menjawab, "Tak apa, Engkau hanya melakukan kesalahan seimbang dengan kesalahan suamiku."
Nah sahabat... kira-kira apa saja yang telah kita lakukan seharian ini???...
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri."
Alkisah: Ada sepasang suami-istri, dimana wanitanya adalah seorang yang shalihah dan suaminya adalah seorang penjual perhiasan di pasar. Hari berlalu... Kebahagiaan mereka semakin lengkap setelah dikaruniakan seorang anak pada mereka, "Alifya" mereka memberi nama anaknya, adalah gabungan dari 2 nama huruf hijaiyah pertama dan terakhir, Alif dan Ya', menghasilkan kata yang indah "Alifya". Mereka mengupah seorang lelaki untuk mendatangkan air kerumah mereka setiap hari. Dalam tempo beberapa tahun lelaki itu mengirim air kepada keluarga tersebut, lelaki itu tidak pernah sekalipun memandang kepada wanita istri tuannya tersebut.
Entah setan apa yang menghinggapinya...,
Hingga suatu hari..
ketika melihat wanita istri tuannya itu, tiba-tiba lelaki pembawa air itu memegang tangan wanita itu erat-erat.., dan kemudian melepaskannya.
Saat suaminya pulang..., wanita itu bertanya, "Adakah Kakanda melakukan suatu dosa pada hari ini???..."
Suaminya menjawab, "Tak ada yang penting, melainkan ada seorang wanita yg datang membeli seutas gelang dan ketika memandang tangannya, Kakanda merasa tertarik kemudian memegangnya dengan erat."
Istrinya pun berkata, "Sesungguhnya perbuatan Kakanda itu berhak memperoleh qishah , yaitu balasan terhadap istri Kakanda sebagaimana yang Kakanda lakukan atas istri saudara Kakanda yang muslim."
Keesokan harinya, lelaki pemasok air itu datang dan meminta maaf atas kelancangannya terhadap wanita tersebut. Wanita itupun menjawab, "Tak apa, Engkau hanya melakukan kesalahan seimbang dengan kesalahan suamiku."
Nah sahabat... kira-kira apa saja yang telah kita lakukan seharian ini???...
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri."
aLkisah : seseorang yg menyebarkan ilmu tentang kebaikan....maka orang itu akan mendapat kebaikan di akhirat kelak..
BalasHapusamien
Repotttt
BalasHapuskalo semuanya diqisash...
terimakasih... :)
BalasHapusSiapa yg menanam pst akan menuai,,
BalasHapustergantung apa yg di tanam,, bkn d tuai,,, :)
thx bro,,,