Tujuan utama diciptakannya kita semua (manusia) oleh Allah SWT, tidak lain untuk beribadah (menghambakan diri) kepada Allah SWT semata (QS. Adz-Dzaariyat : 56) dan syarat diterimanya ibadah seseorang ada 2, yaitu: 1. Ikhlas karena Allah SWT. 2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Agar ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw, maka kita wajib mempelajari ilmu tentang ibadah tersebut. mumpung kita masih berada dalam suasana Ramadhan, mari kita pelajari hal-hal yang berkaitan dengan Bulan suci Ramadhan.
Keutamaan Ramadhan:
- Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka dibukalah pintu-pintu langit, pintu-pintu neraka jahannam ditutup dan syetan-syetan dibelenggu.
- Sesungguhnya di surga itu ada pintu bernama Rayyan yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, dan tidak boleh dimasuki oleh orang-orang selain mereka. Dari pintu itu mereka dipanggil: Dimanakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri dan masuk sorga melalui pintu Rayyan, ketika orang-orang yang berpuasa itu telah masuk semua, kemudian pintu itu tertutup rapat dan siapapun tidak akan dapat masuk.
- Barangsiapa mendirikan Ramadhan (dengan ibadah/puasa/berbuat kebaikan) karena iman dengan penuh kesungguhan dan perhitungan, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.
Puasa Ramadhan
Dalil diwajibkannya:
- QS.Abaqarah: 183. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
- Ijma': Telah bersepakat kaum muslimin akan wajibnya puasa Ramadhan.
Cara menetapkan Ramadhan:
- Ru'yatul hilal (melihat bulan)
- Menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban 30 hari
- Memperkirakan munculnya hilal, jika dalam cuaca mendung
Syarat-syarat Puasa:
- Islam, Orang yang bukan Islam tidak sah puasa
- Mukallaf, Baligh dan berakal
- Sehat dan Mampu, tidak wajib atas orang sakit, tua, ibu hamil/ menyusui dll.
- Mukim, tidak dalam bepergian
- Suci dari haid dan nifas
Rukun Puasa:
- Niat, untuk puasa fardhu harus dilakukan malam harinya, sedangkan untuk puasa sunnah boleh siang harinya.
- menahan diri dari semua hal yang membatalkan puasa.
Hal-hal yang membatalkan Puasa:
- Makan dan minum dengan sengaja, jika terlupa dimaafkan
- Muntah dengan sengaja, jika tidak disengaja tidak batal
- Haid dan nifas
- Murtad
- Istimma' (mengeluarkan mani dengan sengaja)
- Jima' (hubungan suami istri)
Apabila pada siang hari Ramadhan seseorang jima', maka ia wajib membayar kafarat. yaitu: 1. memerdekakan budak. (jika tidak mampu) 2. puasa 2 bulan berturut-turut. (jika tidak mampu) maka, 3. memberi makan 60 orang miskin.
Alasan-alasan yang membolehkan tidak puasa:
Sunnah-sunnah Puasa:
Adalah Rasulullah saw, telah mensunnahkannya ketika beliau shalat bersama sahabat selama dua malam atau tiga malam kemudian beliau tinggalkan, khawatir hal itu dianggap wajib oleh mereka. maka para sahabat menjalankannya sendiri-sendiri.
Alasan-alasan yang membolehkan tidak puasa:
- Bepergian. dalam bepergian ulama' menentukan beberapa syarat: merupakan perjalannan halal (bukan ma'siat), perjalanan relatif jauh (menurut ukuran zamannya), tidak mulai perjalanan dalam keadaan puasa, bukan merupakan perjalanan rutin.
- Ibu hamil/ menyusui. (Jika takut akan keselamatan kandungannya, Jika khawatir akan kesehatan dirinya bukan kesehatan anaknya Jika khawatir akan kesehatan anaknya). maka boleh berbuka, tapi harus mengqodlo' atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin setiap hari sejumlah hari yang ditinggalkan)
- Sakit yang membuat tidak mampu berpuasa dan menunda kesembuhan.
- Orang yang sudah lanjut usia.
Fidyah yang harus dibayar dengan kadar satu mud (± 675
gram) sebagai ganti tidak puasa pada bulan Ramadhan. Jika ia tidak
berpuasa 7 hari, maka harus memberi makan kepada 7 orang miskin,
masing-masing 675 gram.
Sunnah-sunnah Puasa:
- Makan sahur, karena terdapat barokah baik lahir maupun batin, disunnahkan mengakhirkannya.
- Menyegerakan berbuka, disunnahkan dengan kurma atau sesuatu yang manis. Jika tidak ada, boleh dengan air.
- Berdo'a saat berbuka, karena ini waktu yang mustajab, boleh berdo'a apa saja, tapi yang utama adalah: "Telah hilang rasa dahaga, telah basah urat-urat dan tetaplah pahalanya insya Allah" (HR.Abu Dawud dengan sanad hasan).
- Menghindarkan diri dari ucapan dan perbuatan yang sia-sia dan menahan seluruh anggota badan dari maksiat.
- Memanfaatkan hari-hari Ramadhan dengan banyak baca Al-Qur'an, berdzikir, infaq dll.
- Menghidupkan malam Ramadhan dengan Shalat Tarawih.
- Bersungguh-sungguh ibadah pada 10 hari akhir, terutama dengan i'tikaf.
- Mensucikan jiwa dan melatihnya untuk menghambakan diri kepada Allah secara penuh.
- Memenangkan unsur rohani di atas unsur materi.
- Melatih daya kemauan dan berjihad melawan hawa nafsu, juga bersabar.
- Menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
- Mengendalikan nafsu biologis.
- Memelihara kesehatan badan.
Adalah Rasulullah saw, telah mensunnahkannya ketika beliau shalat bersama sahabat selama dua malam atau tiga malam kemudian beliau tinggalkan, khawatir hal itu dianggap wajib oleh mereka. maka para sahabat menjalankannya sendiri-sendiri.
"Jika anda hendak melakukan ketaatan kepada Allah SWT, maka berusahalah ..., agar anda benar-benar tulus dan berilmu tentangnya. Sebab tidak akan diterima amal yang tidak tulus. Dan ketulusan kepada Allah SWT, tidak akan sempurna tanpa ketaatan kepada Allah SWT. Ibarat buah yang baik, baunya harum dan rasanya lezat. Demikian pula permisalan untuk ketaatan kepada Allah SWT, ketulusan adalah buahnya dan amal adalah rasanya ...."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar